Pengukuran

Pengukuran merupakan suatu kegiatan yang membandingkan suatu besaran dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Besaran yang menjadi pembanding ini dinamakan satuan.  Setiap pengukuran akan menghasilkan 2 hal yaitu : suatu angka dan satuan, misalkan :

·    mengukur panjang sebuah gang dengan galah.tongkat, maka hasil dari pengukuran itu akan menunjukkan "...." galah, dimana "..." merupakan angka, sedangkan galah sebagai satuan walaupun tidak baku
·     mengukur daya tampung sebuah kolam, dengan mengisinya dengan air yang ditampungkan dalam ember, maka hasil pengukuran itu akan menunjukkan jumlah ember sebagai angka dan ember sebagai satuan yang tidak baku
1.    Pengukuran Besaran Panjang
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris, sedangkan untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos.
A.       Pengukuran Panjang dengan mistar
Penggaris atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus, berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm. Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.
            
  
B.      Pengukuran panjang dengan jangka sorong
Bagaimanakah mengukur kedalaman suatu tutup pulpen? Untuk mengukur kedalaman tutup pulpen dapat kita gunakan jangka sorong. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa. Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu:
1. rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm
2. rahang geser yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm. 
Menggunakan Jangka Sorong
              
1.     Langkah pertama. Tentukan terlebih dahulu skala utama. Pada gambar terlihat skala nol nonius terletak di antara skala 2,4 cm dan 2,5 cm pada skala tetap. Jadi, skala tetap bernilai 2,4 cm.
2.     Langkah kedua. Menentukan skala nonius. Skala nonius yang berimpit dengan skala tetap adalah angka 7. Jadi, skala nonius bernilai 7 x 0,01 cm = 0,07 cm.
3.     Langkah ketiga. Menjumlahkan skala tetap dan skala nonius. Hasil pengukuran = 2,4 cm + 0,07 cm = 2,47 cm. Jadi, hasil pengukuran diameter baut sebesar 2,47 cm.

C.      Pengukuran panjang dengan micrometer
Tahukah kamu alat ukur apa yang dapat digunakan untuk mengukur benda berukuran kurang dari dua centimeter secara lebih teliti? Mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur benda yang mempunyai ukuran kecil dan tipis, seperti mengukur ketebalan plat, diameter kawat, dan onderdil kendaraan yang berukuran kecil. Bagian-bagian dari mikrometer adalah rahang putar, skala utama, skala putar, dan silinder bergerigi. Skala terkecil dari skala utama bernilai 0,1 mm, sedangkan skala terkecil untuk skala putar sebesar 0,01 mm.
Menggunakan Mikrometer Sekrup
           
1.         Langkah pertama. Menentukan skala utama, terlihat pada gambar skala utamanya adalah 1,5 mm.
2.         Langkah kedua. Perhatikan pada skala putar, garis yang sejajar dengan skala utamanya adalah angka 29. Jadi, skala nonius sebesar 29 x 0,01 mm = 0,29 mm.
3.         Langkah ketiga. Menjumlahkan skala utama dan skala putar. Hasil pengukuran = 1,5 mm + 0,29 mm = 1,79 mm. Jadi hasil pengukuran diameter kawat adalah 1,79 mm.

2.    Pengukuran Besaran Massa
ALat untuk mengukur massa  yaitu dengan timbangan seperti dacin, timbangan pasar, timbangan emas, bahkan mungkin timbangan atau neraca digital. Timbangan tersebut digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah keseimbangan kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak timbangan yang digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca O’Hauss tiga lengan atau dua lengan.
Menggunakan Neraca O’Hauss
Sekantong plastik terigu ditimbang dengan neraca O’Hauss tiga lengan. Posisi lengan depan, tengah, dan belakang dalam keadaan setimbang ditunjukkan pada gambar berikut ini.
 
Dari gambar dapat diketahui bahwa:
  • posisi anting depan 5,5 gram
  • posisi anting tengah 20,0 gram
  • posisi anting belakang 200,0 gram
Jadi, massa terigu adalah 225,5 gram

3.    Pengukuran Besaran Waktu
Untuk mengukur waktu digunakan stopwatch dan jam.
Contohnya :
a.      Jam tangan/dinding, dengan ketelitian ± 1 detik
b.     Stopwatch, ketelitiannya 0,1 detik
c.     Jam atom cesium, ketelitiannya 1 detik/3.000 tahun. Jam ini digunakan sebagai detik standar.

4.    Volume Benda TaK Beraturan
a.      Volume zat cair dapat diukur dengan gelas ukur.  Gelas ukur adalah gelas yang sudah dilengkapi dengan skala volume.  Jika zat cair dimasukkan ke dalam gelas ukur maka permukaaannya akan berada pada skala yang merupakan besar volumenya.
b.     Volume benda yang tak beraturan dapat diukur dengan dengan gelas ukur yang berisi cairan.

0 comments:

Post a Comment

Mohon komentar buat perbaikan blog ini. TERIMA KASIH.