SUHU

Pernahkan kamu melihat ibu memasak air? Pernahkan kamu memegang es batu? Tentu kamu akan merasakan air mendidih itu panas dan es batu itu dingin. Nah, derajat panas dingin suatu benda inilah yang dinamakan suhu. 
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti sering mengukur suhu dengan perasaanmu, tetapi ukuran panas dan dingin suatu benda bersifat relatif. Misalnya, sebuah ruangan yang hangat (tanpa pendingin ruang atau AC) akan terasa panas jika kamu memasukinya dari ruangan dengan alat pendingin, sedangkan ruangan akan terasa dingin oleh orang lain yang baru saja masuk dari luar yang cuacanya panas.


Pengukur Suhu
Termometer dirancang berdasarkan berbagi sifat, diantaranya: pemuaian volume, perubahan hambatan, dan radiasi benda. Contoh thermometer yang menggunakan sifat pemuaian volume adalah thermometer raksa dan thermometer alcohol. Zat cair akan memuai jika suhunya naik dan menyusut jika suhunya turun.

Termometer air raksa
Keuntungan: 
1. Pemuaiannya teratur
2. Mengilap sehingga mydah dilihat
3. Tidak membasahi dinding kaca
4. Rentang suhnya cukup besar, yaitu antara -400 C sampai 3500 C.
Kerugian :
1. Harga mahal
2. Tidak dapat mengukur suhu yang sangat rendah
3. Merupakan zat beracun/berbahaya

Termometer Alkohol
Keuntungan :
  1. Untuk menaikkan suhu kecil, alkohol mengalami perubahan volume lebih besar sehingga dapat mengukur suhu dengan teliti.
  2. Dapat mengukur suhu yang sangat rendah.
Kerugiannya :
1. Titik didih rendah (78 °C) sehingga pemakaiannya terbatas.
2. Tidak berwarna, sehingga perlu diberi warna agar mudah dilihat.
3. Membasahi dinding kaca.

Jenis-jenis Termometer
Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Alat ini dilengkapi dengan ukuran derajat suhu dalam suatu skala standart. Satuan suhu dalam SI adalah Kelvin (K) tetapi secara umum kamu menggunakan satuan derajat celcius (C) dalam pengukuran sehari-hari.

Cara Kerja Termometer
Zat untuk termometer haruslah zat cair dengan sifat termometrik artinya mengalami perubahan fisis pada saat dipanaskan atau didinginkan, misalnya raksa dan alkohol. zat cair tersebut memiliki duatitik tetap (fixed points), yaitu titik tertinggi dan titik terendah. Misalnya, titik didih air dan titik lebur es untuk suhu yang tidak terlalu tinggi. Setelah itu, pembagian dilakukan di antara kedua titik tetap menjadi bagian-bagian yang sama besar, misalnya termometer skala Celcius dengan 100 bagian dan setiap bagiannya bernilai 1C.

Jenis Termometer

Berdasarkan Skala
1. Skala Celcius : titik lebur = 0 C dan titik didih = 100 C
2. Skala Reamur titik lebur = 0 R dan titik didih = 80 R
3. Skala Fahrenheit titik lebur = 32 F dan titik didih = 212 F
4. Skala Kelvin titik lebur = 273 K dan titik didih = 373 K

Gelas-Non Gelas 
1. Termometer Gelas : Termometer klinis, termometer suhu ruang, dan termometer maksimum-minimum.
2. Termometer non-Gelas : Termometer gelas, termometer bimetal, termokopel, termometer kristal cair, dan termometer hambatan

Untuk keperluan khusus, sekarang thermometer sudah banyak thermometer yang khusus pula.
1. Thermometer badan atau thermometer klinis adalah thermometer yang berguna untuk mengukur suhu badan. Termometer ini mempunyai skala 35-42oC. 
2. Thermometer maximum-minimum Six-Bellani adalah thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu maksimum dan minimum di suatu tempat. 
3. Thermometer ruangan merupakan thermometer untuk mengetahui suhu suatu ruang. 


4. Thermometer laboratorium biasanya menggunakan thermometer raksa dan memiliki skala antara -10 – 110o C 

Konversi Suhu

Untuk mengetahui konversi suhu maka diperlukan perbandingan antara skala Celcius, Reamur, Fahrenheit dan Kelvin

0 comments:

Post a Comment

Mohon komentar buat perbaikan blog ini. TERIMA KASIH.